Oleh: Wawan Gunawan Abdul Wahid *)
Jumat, 13 Maret 2020
Ragam Formasi Shalat Qiyamullail 11 Raka’at
Oleh: Wawan Gunawan Abdul Wahid *)
Kamis, 05 Desember 2019
Dilema Seragam Batik (Baru)
Hari ini saya melihat teman-teman sudah mengenakan seragam sekolah yang baru. Seragam sesuai ketentuan dari pemerintah daerah, tiap Kamis batik tirta samudra. Bagus, elegan, dan sangat tampak nuansa lokal. Bantul.
Tetapi, saya sendiri belum mengenakan. Masih hanya memakai batik lain yang saya punya. Bahkan kain seragam batik yang seperti punya teman-teman masih terlipat rapi belum saya bawa ke penjahit.
Saya kurang taat aturan, tidak tertib berseragam. Mungkin seperti itu.
Tetapi, sebenarnya saat ini saya sedang merenungkan. Keafdlolan bila saya harus menjahitkan seragam batik lagi.
Saya mulai mengingat dan berhitung.
Seragam batik yang saya punya.
Seragam sekolah 1
Seragam sekolah 2
Seragam sekolah 3
Seragam sekolah 4
Seragam sekolah 5
Seragam persyarikatan 1
Seragam persyarikatan 2
Seragam persyarikatan 3
Seragam persyarikatan 4
Seragam RT
Seragam LPA
Sudah 11 seragam batik, belum ditambah batik pribadi yang bukan seragam dan juga batik pemberian sahabat semacam hadiah.
Padahal, jadwal resmi penggunaan seragam di sekolah hanya 2 hari. Kamis, Jum'at. Sebagian seragam berkala bulanan seperti batik PGRI.
Batik-batik sekolah yg saya tulis di atas, memang sebagian sudah lama. Sudah tidak dijadwalkan untuk dipakai lagi. Tetapi kondisi masih bagus. Dan sudah kehabisan waktu untuk kapan dipakai, karena hari-hari lain sudah ada jadwal seragam sendiri. Termasuk yang bukan batik. Misal senin seragam kheki, selasa seragam biru, dan rabu seragam putih.
Karenanya, saat ini saya betul-betul sedang merenung. Mestinya saya segera tertib mengikuti ketentuan. Memakai seragam sesuai jadwal.
Tetapi, seragam-seragam lama saya terus nasibnya bagaimana. Apakah tidak kasihan mereka. Hanya menjadi penghuni pasif almari.
Saya ingin menyalurkan kepada yang membutuhkan. Tetapi, kulihat sekarang, banyak orang yang juga sama punya koleksi bertumpuk seragam.
Memberikan pada seseorang, bisa jadi malah dianggap merendahkan. Memberi barang bekas. Walaupun sebenarnya masih bagus, setidaknya masih layak.
Terus, bagaimana baiknya?
Dan ini baru soal batik. Belum juga soal kaos, yang di sekolah pun hampir tiap tahun ada seragam kaos baru.
😊🙏🏻🙏🏻
Bantul, 5-12-2019.
Kamis, 14 November 2019
Sejarah Akan Berulang, Serbuan itu pun Pasti Akan Terjadi Lagi
Membuat banyak orang terkesima, tidak sedikit anak-anak dibuat berlarian, bahkan beberapa diantaranya tampak histeris.
Tidak tampak sama sekali lokasi persembunyiannya. Padahal ada ribuan lokasi sebagai sarang dengan anggota yang juga ribuan tiap sarangnya.
Disitu tempat mereka tumbuh, mempersiapkan diri untuk hari penyerbuan.
Entah, apakah ada koordinator penghubung antar sarang sehingga serangan masif dihari dan jam yang sama bisa terlaksana. Padahal, dipastikan mereka tidak memiliki alat komunikasi canggih seperti HP maupun internet.
Ada persiapan sunyi tetapi mantab. Tidak tampak ribet ribet mereka menyusun kekuatan.
Tidak tampak mereka berlatih menggunakan alat utama penyerbuan. Tetapi anehnya, mereka mampu menggunakan alat itu dan hampir tidak didapati kegagalan.
Allah SWT.
Kamis, 07 November 2019
Penyerahan SK Pendirian Muhammadiyah Dahromo Kepada PWM untuk Museum Muhammadiyah
Senin, 04 November 2019
SK PENDIRIAN RANTING MUHAMMADIYAH DAHROMO TAHUN 1928
Jumat, 25 Oktober 2019
Klimaks yang Anti Klimaks
Pasca pengumuman kabinet banyak yang menilai proses demokrasi yang anti klimaks. Apalagi dengan masuknya Pak Prabowo ke jajaran kabinet. Sangat sulit dilogika, kok mau-maunya, dan juga kok ya Pak Jokowi mengajak. Terus apa gunanya kemarin ada pemilihan.
Tetapi saya justru menganggap dan berharap inilah klimaks.
Walaupun pasti, banyak pihak yang kecewa baik dari kubu 01 ataupun 02.
Tetapi, sungguh, dengan bersedianya Pak Prabowo masuk kabinet sebagai Menteri Pertahanan juga sebaliknya terbukanya Pak Jokowi untuk merangkul rival beratnya, maka secara tidak langsung telah terjadi rekonsiliasi.
Suhu perseteruan akar rumput menurun drastis. Padahal, beberapa waktu jelang pemilu, kita merasakan keras dan rumitnya perseteruan antar kubu. Sangat panas dan hampir mustahil bisa dilalui dengan damai. Walaupun banyak tokoh yang dengan arif menenangkan dan bijak, namun provokator tak bertanggung jawab lebih semangat mengadu domba.
Alhamdulillah, Allah Swt masih menyayangi negeri dan bangsa ini. Semoga hari-hari berikutnya semakin tenteram dan maju.
Sedikit was-was yang sepertinya setiap saat bisa muncul kegaduhan lagi, ketika isu-isu tentang radikalisme dimunculkan lagi. Isu yang syarat kepentingan politik dan cenderung memecah kerukunan.
Semoga tidak.
Abi Husna*
Rabu, 23 Oktober 2019
MENDIDIK ANAK AGAR BERANI
Guru SD Unggulan Aisyiyah Bantul
Plt. Kepala Sekolah SD Unggulan Aisyiyah Pandak
Rabu, 09 Oktober 2019
Muhammadiyah Bantul Berpotensi Ajukan Kadernya dalam Pilkada 2020
Akan tetapi, sebagai organisasi sosial keagamaan yang cukup mampu mengarahkan dan mengkoordinir masyarakat, Muhammadiyah tidak bisa dianggap enteng untuk diabaikan kecenderungan sikapnya.
Bahkan, berkaca pada pemilihan DPD tahun ini yang secara resmi Muhammadiyah merekomendasikan kadernya pun Alhamdulillah akhirnya terpilih, yaitu Bapak H. Afnan Hadikusumo yang beberapa waktu lalu telah resmi dilantik sebagai anggota DPD dari D.I. Yogyakarta. Artinya, Muhammadiyah punya kekuatan untuk mengarahkan warganya untuk memilih calon tertentu apalagi bila calon tersebut adalah kader persyarikatan yang dipandang mampu dan akan amanah mengemban tugas.
Hal ini jangan dimaknai Muhammadiyah terjun dalam politik praktis, akan tetapi Muhammadiyah perlu untuk ikut ikhtiar memunculkan calon pemimpin daerah yang memang bersih, amanah, visioner dan mampu memimpin dengan benar.
Sebut saja sebagai contoh, Bapak Drs. H. Sahari yang saat ini sebagai ketua PDM Bantul. Bapak Drs. H. Totok Sudarto, M.Pd. salah satu Pimpinan Muhammadiyah yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan Dasar Kabupaten Bantul, Ust. Thoyib Hidayat Da'i kharismatik anggota Majelis Tabligh PDM Bantul, dan masih banyak lagi.
Ini menjadi semacam garansi, karena sungguh tidak mudah mencari pemimpin yang mampu berlaku adil di era sekarang ini, akan tetapi insyaallah para kader persyarikatan Muhammadiyah akan melakukan hal tersebut bila dipercaya mengemban amanah.
Kamis, 11 Juli 2019
Drs. Totok Sudarto, M.Pd Siap Maju Sebagai Calon Wakil Bupati Bantul?
Bahkan, tidak jarang, uang digunakan untuk menyuap atau membeli suara rakyat. Tentu hal demikian sangat tidak beliau kehendaki. Tidak sesuai dengan kaidah dan tuntunan agama.
Rabu, 03 April 2019
Dari Nol Menuju Unggul; Kisah Cinta dan Pengabdian di SD Unggulan Aisyiyah
Tahun 2006, tepat 13 tahun lalu, sebuah kabar bahagia saya terima: setelah melalui serangkaian seleksi yang cukup ketat, akhirnya terpilih 6 calon guru dari ratusan pendaftar yang berminat menjadi bagian dari SD Unggulan Aisyiyah Bantul. Alhamdulillah, saya salah satunya.
Namun, bayangan saya saat itu bahwa ini adalah rekrutmen untuk memperkuat barisan guru di sebuah sekolah besar yang sudah mapan, ternyata keliru. Sekolah itu… ternyata belum ada. Baru proses mau didirikan. Gedungnya belum berdiri, muridnya belum ada, bahkan papan nama pun belum terpancang. Hanya ada kepanitiaan nekat dengan semangat menyala, dan penuh keyakinan.
Tapi inilah kehebatan Aisyiyah. Dengan perencanaan matang dan keberanian yang luar biasa, para calon guru direkrut dan dipersiapkan terlebih dahulu. Kami digembleng, dibekali, dan dibina agar siap lahir batin mengemban amanah besar mendirikan sekolah yang sejak lahirnya langsung disematkan nama “Unggulan.” Sebuah nama yang bukan sekadar label, tapi doa dan tekad bersama.
Dan kini, semua orang tahu, SD Unggulan Aisyiyah Bantul telah tumbuh menjadi salah satu sekolah dasar terbesar dan terbaik di Kabupaten Bantul. Dengan 27 rombongan belajar, 730 siswa, serta 73 guru dan karyawan, sekolah ini bukan hanya besar secara kuantitas, tapi juga berkualitas. Dalam ujian nasional, SDU Aisyiyah Bantul secara konsisten meraih nilai tertinggi di Kecamatan Bantul. Belum lagi deretan prestasi dari lomba olimpiade, POR, hingga seni dan kreativitas yang nyaris tak terhitung jumlah pialanya. Alhamdulillah, semua itu bukan semata hasil kerja keras, tapi juga buah dari kerja ikhlas dan sinergi semua pihak.
Waktu terus berjalan. Kepercayaan masyarakat terus meningkat. Dan semangat Aisyiyah pun terus menyala. Kini, semangat itu menyebar. Salah satunya menyentuh hati para pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah di Pandak Barat, yang memiliki mimpi besar menghadirkan SD Unggulan Aisyiyah di wilayah mereka.
Setelah serangkaian diskusi, koordinasi, dan ikhtiar bersama, akhirnya pada tahun 2019, berdirilah SD Unggulan Aisyiyah Pandak. Sekolah ini menjadi bagian langsung dalam binaan Pimpinan Daerah Aisyiyah Bantul. Dan sebagai bentuk dukungan penuh, saya kembali dipercaya untuk mengemban amanah sebagai kepala sekolah, mengawali langkah baru ini bersama para guru muda dan pejuang pendidikan lainnya.
Sungguh, ini bukan tugas yang ringan. Meskipun saya pernah melewati fase perintisan sebelumnya, zaman telah berubah. Tantangan kini lebih kompleks, kebutuhan orang tua lebih tinggi, dan ekspektasi masyarakat lebih besar. Tapi saya percaya, sebagaimana dulu kami memulai dari nol dengan keberanian dan tekad, InsyaAllah kami bisa mengulang sejarah: membangun dari dasar menuju unggul, dari mimpi menjadi nyata.
Mohon doa dan dukungan dari semua pihak. Semoga SD Unggulan Aisyiyah Pandak mampu berdiri kokoh, berjalan mantap, berlari kencang, dan meraih sukses sebagaimana kakaknya di Bantul. Bahkan, jika Allah berkehendak, semoga bisa melampaui. Aamiin ya Rabbal ‘alamiin.
Selasa, 26 Februari 2019
SD UNGGULAN AISYIYAH PANDAK
Banyak hal yg perlu dipersiapkan. Gedung dan sarana penunjang, tenaga pendidik, kurikulum, perizinan, dll.
Posisi saat ini, prosentase kesiapan untuk tahun ini bisa mulai operasional mungkin masih kurang dari 50%. Tetapi, semangat, keuletan dan kejelian Aisyiyah dalam ikhtiar semacam ini telah terbukti.
SD Unggulan Aisyiyah Bantul yg saat ini jumlah siswanya lebih 700 siswa pun dulu awal berdirinya mulai dari nol. Dengan waktu yg relatif singkat pula.
Selasa, 21 Agustus 2018
Khutbah Iedul Adha 1439 H
Berikut naskah khutbah Idul Adha secara lengkap bisa didowload di bawah ini:
Khutbah Idul Adha 1439 H
Selasa, 31 Juli 2018
PAKDHE WAKIJAN
Beliaupun memiliki istri dan juga anak-anak yang kini semua sudah tumbuh dewasa dan berkeluarga.
Yang aku tahu waktu itu, satu mata beliau tampak sedikit kurang normal. Namun entah sakit apa saya tidak tahu persis.
Beliau juga tetap beraktivitas bekerja, kadang ke sawah.
Jumat, 27 Juli 2018
Kritikan Indah Dari Bidadari Kecil
Ayah
nakal
dan
pelit
dan
sukanya
hanya
lihat
HP
Sabtu, 16 Juni 2018
Khutbah Idul Fitri 1439 H / 2018 M
ORANG-ORANG BERIMAN DAN BERTAQWA
بسم الله الرحمن الرحيم
السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
اللهُ اَكْبَرُاللهُ اَكْبَرُاللهُ اَكْبَرُ كَبِيْراً وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلاً، لاَإلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ، اللهُ اَكْبَرُ وِللهِ الْحَمْدُ.إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن. يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ , يَاأَيّهَا النَاسُ اتّقُوْا رَبّكُمُ الّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَاءً وَاتّقُوا اللهَ الَذِي تَسَاءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَام َ إِنّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا, يَاأَيّهَا الّذِيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْلَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا، أَمّا بَعْدُ
Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd
Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah
Alhamdulillah, setelah satu bulan penuh kita melalui bulan Ramadhan akhirnya sampailah kita pada hari yang dinanti-nantikan, hari kemenangan, idul fitri yang penuh berkah ini. Kita berdoa semoga puasa kita, shalat kita, rukuk dan sujud kita, serta doa-doa kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Taqabbalallahu minna wa minkum taqabbal ya karim.
Sungguh suasana hari ini adalah suasana yang dirindukan semua orang. Semua kaum muslimin berpakaian rapih dan bersih, berbondong-bondong menuju tanah lapang untuk melaksanakan ibadah sholat iedul fitri. Mereka saling bertegur sapa sambil mengembangkan senyum terbaiknya dan mengagungkan asma Allah:
Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd
Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah
Ketahuilah bahwa tujuan semua ibadah, mulai dari shalat, zakat, puasa, dan haji adalah lahirnya orang-orang yang bertaqwa, la-allakum tat-taquun. Puasa ramadhan, termasuk seluruh rangkaian ibadah yang ada di dalamnya, baik berupa shiyam di siang hari dan qiyam di malam hari adalah la-allakum tat-taquun. Pertanyaannya, apakah target dan tujuan itu telah tercapai? Sudahkan hari ini kita betul-betul menjadi orang yang bertaqwa?
Sesungguhnya salah satu sifat yang menonjol bagi orang-orang betaqwa adalah senantiasa bersegera dalam meraih janji-janji dan ampunan Allah Subhanahu Wata'ala. Allah Subhanahu Wata'ala berfirman:
وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ﴿١٣٣﴾
Artinya: "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan Tuhan-Mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (Ali Imran: 133).
Jama’ah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah
Sangat mengagumkan, sekaligus membanggakan hati saat kita menyaksikan kaum muslimin begitu antusias menuju maghfirah dan surga-Nya. Kita melihat di bulan Ramadhan, masjid-masjid dan mushalla-mushalla selalu penuh dengan jamaah, baik yang hendak menjalankan shalat maupun pengajian. Masjid dan mushalla menjadi pusat perlombaan menuju ampunan Allah dan surga-Nya, Pemandangan yang indah ini akan menjadi sempurna jika setelah Ramadhan masih dipertahankan.
Melalui mimbar yang mulia ini kami bertanya, maukah bapak-bapak, para jamaah shalat idul fitri, selepas Ramadhan, pada hari-hari di bulan Syawal dan seterusnya tetap memakmurkan masjid? Siapkah bapak-bapak menjadi pelopor untuk memakmurkan kembali masjid-masjid dan mushalla di lingkungan kita? Bersediakah para orangtua, bapak dan ibu menggiring anak-anaknya ke masjid sebagaimana mereka ke sekolah?
Mudah-mudahan melalui jamaah ’Idul Fitri’ yang hadir di tempat yang berkah ini, kita dapat menjadi pelopor untuk menghidupkan kembali masjid-masjid yang ada sebagai pusat peradaban ummat islam. Sehingga potensi sumber daya manusia serta sumber daya alam yang di miliki ummat islam saat ini dapat ditingkatkan mutu dan kwantitasnya sehingga dapat berdaya guna baik untuk masyarakat, bangsa maupun agama.
Selanjutnya, agar kita bisa memahami sejauh mana ’Urgensi Masjid’ sebagai pusat peradaban bagi orang-orang beriman dan bertaqwa, maka ada baiknya jika kita kembali melihat firman Allah Subhanahu Wata'ala sebagai berikut;
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَداً ﴿١٨﴾
Artinya;“Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah Ta’alaa, Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping Allah Ta’alaa.” (Al-Jin:18).
Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd
Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah
Masjid berasal dari kata sajada - yasjudu - sujudan wa masjidan, yang artinya patuh, taat, dan tunduk dengan penuh hormat dan tadzim. Maka urgensi masjid adalah merupakan tempat sujud beribadah kepada Allah Subhanahu Wata'ala semata. Masjid memiliki fungsi yang sangat strategis untuk mewujudkan visi dan cita-cita besar ummat Islam yaitu membangun peradaban Islam. Sehingga umat islam betul-betul menjadi umat terbaik, sebagaimana firman-Nya:
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ... ﴿١١٠﴾
Artinya; “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. ... (Ali-Imran: 110).
Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd
Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah
Kalau kita memperhatikan secara seksama aktifitas kaum muslimin di bulan Ramadhan, maka menjadikan masjid sebagai pusat peradaban islam itu mudah. Asal mau, itu tidak sulit. Dalam hal ini ada beberapa langkah yang harus ditempuh.
Pertama-tama, menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan intelektual. Selama Ramadhan sangat mudah dijumpai kaum muslimin sangat tekun membaca dan belajar, baik melalui membaca al-Qur’an, membaca buku, maupun mendengarkan ceramah dan kajian. Kebiasaan tersebut menggambarkan bahwa mayoritas ummat ini memiliki pemahaman yang baik terhadap perintah Allah Subhanahu Wata'ala dalam surah al-Alaq ayat 1 yaitu;
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ ﴿١﴾
Artinya;“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan”. (Al ‘Alaq: 1)
Ayat yang mulia ini merupakan perintah membaca yang sekaligus kewajiban untuk menuntut ilmu. Kewajiban ini mengandung konsekuwensi, terutama bagi orang-orang yang mendapatkan amanah sebagai takmir agar menjadikan masjid sebagai madrasah umat.
Yang paling sederhana, warga sekitar masjid harus bebas dari buta huruf al-Qur’an. Jangan biarkan satupun anak muslim di sekitar masjid yang tidak bisa membaca al-Qur’an. Datangi, data, dan ajak mereka mengaji. Kalau seseorang sudah belajar al-Qur’an, pelajaran yang lain akan menjadi mudah. Allah Subhanahu Wata'ala akan menambahkan kecerdasan orang-orang yang belajar Al-Qur’an.
Kedua, menjadikan masjid sebagai tempat memberdayakan spiritual dan perbaikan moral. Allah SWT berfirman:
(QS. Al Ankabut: 45)
Perintah membaca Al-Qur’an dan menegakkan sholat akan lebih optimal dilaksanakan dengan adanya masjid yang representtif. Meskipun demikian, sebagian dari kita ada yang masih malas-malasan pergi ke masjid untuk sholat berjamaah. Bahkan tidak jarang, sholat fardlu hanya diikuti oleh bapak-bapak sepuh dan sebagian ibu-ibu. Tiada anak-anak, tiada remaja. Ini sungguh kondisi memprihatinkan dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memotivasi anak-anak dan remaja agar mereka juga dekat dengan masjid.
Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd
Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah
Berikutnya, yang ketiga, hendaknya kita dapat memanfaatkan masjid sebagai pusat persatuan dan kesatuan ummat. Masjid merupakan tempat yang paling kondusif untuk menjaga kemurnian niat, kesucian ajaran Islam, dan pelaksanaan syariah Allah Subhanahu Wata'ala. Masjid seharusnya bebas dari berbagai macam isu dan kepentingan kelompok tertentu yang menyimpang dari tuntunan Qur’an dan Sunnah. Jangan mudah percaya dengan isu bahwa masjid adalah penebar bibit radikalisme, apalagi terorisme. Sungguh itu hanyalah propaganda untuk menjauhkan umat islam dari masjid. Tetap berpegang teguhlah kita pada agama islam.
Allah Subhanahu Wata'ala berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُواَۚ
Artinya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,..... (Ali Imron : 103)
Dan, yang Keempat, adalah menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan sosial ekonomi ummat Islam. Kalau kita mencermati realitas kehidupan masyarakat saat ini, dapat kita simpulkan bahwa permasalahan yang menonjol adalah persoalan sosial ekonomi. Dan karena mayoritas penduduk negeri ini adalah muslim maka yang paling menderita bahkan menjadi masyarakat marjinal atau pinggiran adalah ummat Islam.
Solusinya adalah memaksimalkan potensi ekonomi ummat Islam, terutama melalui pengelolaan dana Zakat, Infaq dan Shadakah atau ZIS serta peningkatan kewirausahaan. Takmir bisa bekerja sama dengan lembaga zakat resmi yang telah ada.
Terakhir yang Kelima, adalah menjadikan masjid sebagai pusat kepemimpinan ummat Islam. Hal ini sangat penting, agar seluruh aktifitas ummat Islam dapat berjalan sesuai dengan tuntunan yang sebenarnya, yaitu menaati struktur kepemimpinan Islam yang terdapat dalam al-Qur’an;
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً ﴿٥٩﴾
Artinya; “Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (An-Nisaa’:59).
Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd
Ma’asyiral Muslimin, Jama’ah Shalat Idul Fitri Rahimakumullah
Agar lebih mudah memahami dan melaksanakan kepemimpinan dalam Islam mari kita perhatikan pidato Khalifah pertama Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiallahu ‘Anhu, tatkala beliau dilantik menjadi pemimpin setelah Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam wafat. Berikut ini adalah petikan pidato Abu Bakar Ash Shiddiq tersebut:
“Amma ba’du, saudaraku sekalian.., sesungguhnya aku telah terpilih sebagai pimpinan atas kalian dan bukanlah aku yang terbaik diantara kalian. Jika aku berbuat kebaikan bantulah aku. Dan jika aku bertindak keliru maka luruskanlah aku. Kejujuran adalah amanah, sementara dusta adalah suatu pengkhianatan”.
Khalifah Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiallahu ‘Anhu menyatakan bahwa pada hakekatnya pemimpin tidak berbeda daripada rakyat biasa. Ia bukan orang istimewa. Tetapi hanya sekedar orang yang mendapatkan kepercayaan dan dukungan orang banyak. Di atas pundaknya terpikul satu tanggung jawab yang besar dan berat baik terhadap umat, masyarakat pada umumnya, terlebih lagi terhadap Allah Subhanahu Wata'ala. Jujur, amanah, dan berlaku adil dalam memelihara kepercayaan orang banyak adalah salah satu sifat kepemimpinan Islam yang terpenting.
Pemimpin yang baik adalah yang dekat dan dikelilingi oleh orang-orang yang shalih. Pemimpin harus meminta dan memperhatikan nasehat orang-orang shalih. Pemimpin senantiasa mengabdikan dirinya kepada Allah Subhanahu Wata'ala, serta memerintah berdasarkan ketentuan-Nya, kemudian bersabar karena-Nya sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata'ala:
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ ﴿٢٤﴾
Artinya; “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami. (As-Sajadaah: 24).
Yang paling penting, jangan sampai ummat Islam menyerahkan kepemimpinannya kepada orang lain. Bagaimana mungkin seorang pemimpin non-muslim dapat melakukan fungsi yahduna bi amrina?
Demikianlah urgensi masjid sebagai pusat membangun peradaban Islam. Masyarakat Islam harus terus diajak memakmurkan masjid. Ummat harus diajak untuk menegakkan shalat berjamaah di masjid.
Jamaah sholat idul fitri rahimakumullah.
Sebelum khutbah ini kita tutup, kami ingin berpesan khususnya kepada para remaja dan pemuda. Gunakanlah masa mudamu, masa emasmu untuk kemuliaan dirimu dan agamamu. Jangan habiskan waktu sia-sia dengan sekedar mengikuti hawa nafsu. Jangan habiskan waktu bermain dunia maya, medsos dll yang tidak ada hubungannya dengan kebaikan. Jangan ikuti nafsu untuk melihat gambar-gambar dan video porno.
Dekatilah orang-orang shalih, bersemangatlah untuk ke masjid dan memakmurkan masjid. Isya Allah kalian adalah generasi yang akan membawa kejayaan islam kembali.
Akhirnya, untuk mengakhiri khutbah ini, marilah kita berdo’a, mudah-mudahan Allah Subhanahu Wata'ala menempatkan kita termasuk orang-orang bertaqwa dan menyatukan kita di surga-Nya. Amiiin yaa Rabbal ‘alamin….
DO’A - DO’A
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم. الحمدلله رب العالمين. -
اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.-
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى عَبْدِكَ ونَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَارْحَمْهُمْ كَمَا رَبَّوْنَا صِغَارًا.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالإِيْمَانِ وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنـَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ.
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ.
اَللَّهُمَّ أَعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ يَا حَيُّ يَا قَيّوْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
اَللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوْبَنَا بِالْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ اَللَّهُمَّ زَكِّ نُفُوْسَنَا بِالْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ.
اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ القُرْآنِ الَّذِيْنَ هُمْ أَهْلُكَ وَخَاصَّتُكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ آتِ نُفُوْسَنَا تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا
اَللَّهُمَّ يَا حَيُّ يَا قَيّوْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ يَا مُجِيْبَ دَعْوَةِ الْمُضْطَرِّ إِذَا دَعَاكَ نَسْأَلُكَ أَنْ تُعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِميْنَ وَأَنْ تُذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِيْنَ وَأَنْ تُدَمِّرَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَنْ تَجْعَلَ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا مُطْمَئِنًّا وَسَائِرَ بِلاَدِ الإِسْلاَمِ وَالْمُسْلِمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِكَ فِي كُلِّ مَكَانٍ. اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي فِلِسْطِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تُحَرِّرَ الْمَسْجِدَ الأَقْصَى وَأَرْضَ فِلِسْطِيْنَ، اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُجَاهِدِيْنَ مِنْ جُنُوْدِ حَمَاس. اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُجَاهِدِيْنَ سَائِرِ بِلاَدِ الإِسْلاَمِ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ.
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ. وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
امين- امين- امين يا رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة الله و بركاته
Keterangan:
-Disampaikan pada Khutbah sholat Idul Fitri di Halaman Masjid Al-Huda, Bayuran, Sumberagung, Jetis, Bantul.
-Reverensi pokok dari artikel di www.hidayatullah.co.id
Selasa, 08 Mei 2018
Sabtu, 05 Mei 2018
Adakah Baitul Maqdis Dalam Hatimu?
Jumat, 04 Mei 2018
KHUTBAH JUMAT "BEBASKAN BAITUL MAQDIS"
Jumat, 4 Mei 2018
Teks Khutbah Jum'at "Bebaskan Baitul Maqdis"
Rabu, 02 Mei 2018
Download Buku Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah
Semoga bermanfaat.
Sarasehan Pendidikan Teguhkan Optimisme Kemajuan Sekolah Muhammadiyah Cabang Jetis
Jetis, 4 Agustus 2026 – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jetis bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bantul menyelengga...
-
Upaya menghadirkan peran ayah secara lebih aktif dalam pendidikan anak patut diapresiasi. Selama ini, keterlibatan pendidikan kerap dipers...
-
Jetis, 7 Oktober 2025 – Panitia Semarak Milad ke-113 Muhammadiyah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jetis melakukan audiensi dengan Panewu ...
-
Hari Jumat kemarin, Faraz yang masih TK sebenarnya sudah izin tidak berangkat sekolah karena kondisi badannya kurang fit. Ia sedang agak bat...


























