Sabtu, 05 Mei 2018

Adakah Baitul Maqdis Dalam Hatimu?

Baitul Maqdis adalah tanah yang diberkati. Al-Qur’an dalam banyak ayat menggambarkan Baitul Maqdis dengan barakah. Sebut saja firman Allah Swt. dalam surat al-Isra’ ayat 1:

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ

“Maha suci Allah Azza wa Jalla yang telah memperjalankan hamba-Nya q pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami barakahi sekelilingnya.”
Masjid al-Aqsa adalah masjid kedua yang dibangun di muka bumi. Disebutkan dalam kita Bukhari Muslim, Abu Dzar RA pernah bertanya kepada Rasulullah SAW; “Wahai Rasul, masjid apakah yang pertama kali diletakkan di bumi? Nabi menjawab: al-Masjidil Haram, aku bertanya lagi. Kemudian apa?. Nabi menjawab: al-Masjidil Aqsha. Aku bertanya. Berapakah jarak antara keduanya? Nabi menjawab, 40 tahun. Kemudian di manapun kalian mendapati waktu shalat, maka shalatlah sesungguhnya ada keutamaan di dalamnya.”
Saat ini, hal paling penting adalah persatuan umat. Ketika menyoal Baitul Maqdis maka lepaskan semua baju perbedaan dan kenakan pakaian persatuan. Mulailah berfikir bahwa Baitul Maqdis tidak hanya mempersatukan umat Islam Indonesia tapi persatuan dunia Islam.
Terbayang dalam benak dan terjawantah dalam harapan, kelak pesawat-pesawat dari semua Negara Islam akan datang ke Baitul Maqdis, kapal-kapal berlayar dengan satu tujuan yang sama, dan konvoi darat untuk menembus Baitul Maqdis. Harapan mampu mengalahkan rasa takut jika dibarengi kepercayaan pada Dzat yang Maha Mengabulkan doa. Kita boleh meringis dengan apa yang terjadi sekarang, tetapi jangan pernah kehilangan harapan untuk dapat membebaskan Baitul Maqdis. Tidak ada pendorong sehebat harapan dan tidak ada tonikum sekuat mengharapkan sesuatu terjadi pada hari esok.
Dari hati yang paling dalam kita teriakkan birruh, biddam, nahmika ya aqsa. Adalah keistimewaan bagi siapa saja jika hatinya telah dipautkan dengan Baitul Maqdis. Sebagaimana Salahuddin al-Ayyubi. Keterikatan hatinya dengan Baitul Maqdis laksana nenek tua yang kehilangan anak dan cucu. Bagi Salahuddin, memikirkan kemerdekaan Baitul Mqdis lebih berat daripada memikul gunung. Hal itu yang ada dalam benak dan hati Salahuddin.
Dalam waktu dekat Trump akan mengukuhkan pencaplokan al-Quds oleh Zionis dengan memindahkan Kedutaan besarnya dari tel Aviv ke Yerussalem (al-Quds). Bagi Zionis Israel, mencaplok al-Quds adalah tujuan utama dari berdirinya penjajahan mereka. Maka kenakan pakaian persatuan agar kita mampu menghentikan provokasi Trump ini.
Al-Quds bukanlah sekedar batas-batas tanah. Namun tanah waqaf umat Islam ini adalah akidah. Disinilah, Garis Perjuangan kita semakin ditegaskan. Adakah Baitul Maqdis dalam hatimu? Jika ada, bergabunglah dengan jutaan umat yang akan turun aksi pada tanggal 11 Mei 2018.

Sumber: AQLnews
 *ditulis dari sambutan KH Bachtiar dalam pembentukan Koalisi Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis.

Rabu, 02 Mei 2018

Download Buku Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah

Warga Muhammadiyah dewasa ini makin memerlukan pedoman kehidupan yang bersifat panduan dan pengayaan dalam menjalani berbagai kegiatan sehari-hari. Tuntutan ini didasarkan atas perkembangan situasi dan kondisi antara lain:

1.  1. Kepentingan akan adanya pedoman yang dijadikan acuan bagi segenap anggota Muhammadiyah sebagai penjabaran dan bagian dari Keyakinan Hidup Islami Dalam Muhammadiyah yang menjadi amanat Tanwir Jakarta 1992 yang lebih merupakan konsep filosofis.

2.  Perubahan-perubahan sosial-politik dalam kehidupan nasional di era reformasi yang menumbuhkan dinamika tinggi dalam kehidupan umat dan bangsa serta mempengaruhi kehidupan Muhammadiyah, yang memerlukan pedoman bagi warga dan pimpinan Persyarikatan bagaimana menjalani kehidupan di tengah gelombang perubahan itu.

3.   Perubahan-perubahan alam pikiran yang cenderung pragmatis (berorientasi pada nilai-guna semata), materialistis (berorientasi pada kepentingan materi semata), dan hedonistis (berorientasi pada pemenuhan kesenangan duniawi) yang menumbuhkan budaya inderawi (kebudayaan duniawi yang sekular) dalam kehidupan modern abad ke-20 yang disertai dengan gaya hidup modern memasuki era baru abad ke-21.

4.  Penetrasi budaya (masuknya budaya asing secara meluas) dan multikulturalisme (kebudayaan masyarakat dunia yang majemuk dan serba melintasi) yang dibawa oleh globalisasi (proses hubungan-hubungan sosialekonomi- politik-budaya yang membentuk tatanan sosial yang mendunia) yang akan makin nyata dalam kehidupan bangsa.

5.   Perubahan orientasi nilai dan sikap dalam bermuhammadiyah karena berbagai faktor (internal dan eksternal) yang memerlukan standar nilai dan norma yang jelas dari Muhammadiyah sendiri.

Secara lengkap Buku Kehidupan Islami Warga Muhammadiyah bisa didownload di bawah ini: 
Buku Pedoman Kehidupan Islami Warga Muhammadiyah

Semoga bermanfaat.



Selasa, 17 April 2018

Download Buku Tuntunan Ibadah Pada Bulan Ramadhan



Bulan Ramadhan insya Allah akan segera menghampiri kita. Mari kita sambut dengan mempersiapkan ilmu tentangnya. Semoga dengan ilmu yang benar tentang Ramadhan, kita bisa lebih optimal dalam beribadah kepada Allah SWT di bulan tersebut. Alhamdulillah, sahabat bisa dapatkan panduan praktis  Tuntunan Ibadah Pada Bulan Ramadhan dari Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah di sini: 
Tuntunan Ibadah Pada Bulan Ramadhan.


Senin, 19 Maret 2018

Pasrah Calon Temanten Kakung



Pengalaman pertama mendapat amanah mewakili keluarga masrahke calon pengantin putra. Beberapa hari cari referensi contoh di buku dan googling karena memang belum cukup punya bekal, hanya kemantapan untuk menyanggupi permintaan. Akhirnya tersusun pidato pasrah calon pengantin putra sebagai berikut:

Assalamu 'alaikum wr.wb.
Dhumateng panjenenganipun para pepundhen, para sesepuh pinisepuh ingkang hanggung mastuti dhumateng pepoyaning kautaman ingkang pantes pinundhi. 
Para pangemban pangembating praja satriyaning negari minangka pandam pandoming para kawula dasih ingkang sinuba ing pakurmatan. 
Para tamu kakung sumawana putri ingkang pantes nampi pakurmatan satuhu pantes lamunta sinudarsana.
Langkung-langkung dhumateng panjenenganipun Bapa Paiman sekalian ingang tansah kinurmatan.

Sakderengipun kula ngaturaken wigatining sowan kula, sumonggo langkung rumiyin kita tansah ngunjukaken raos syukur dumateng Allah SWT, Pangeran Ingkang Maha Agung, dene awit saking sih berkah tuwin sih rahmatipun, kula panjenengan saged sami pinanggih kanthi wilujeng, winantu ing suka rena.
Saklajengipun, ing ngriki kula pinjil dados paraga sulih sariranipun Bapa ROHASIH sekalian, ngemban jejibahan kinen sowan saha matur ing ngarsa panjenengan:


Ingkang Sepisan Bapa Rohasih sekalian ngaturaken salam taklim konjuk Bapak PAIMAN sekalian kanthi atur “Assalamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakatuh”, ugi sungkem pangabekti dhumateng para pinisepuh binarung pepuji mugi tansah cinelakna ing suka rahayu, tinebihna ing sambekala.
Ingkang Kaping kalih, kula kadhawuhan nglarapaken calon penganten kakung pun bagus HERNAWAN atmaja kakungipun Bapa Rohasih sekalian ingkang pidhalem ing dusun Dahromo I RT 5, kelurahan Segoroyoso, Kecamatan Pleret, Bantul, ingkang dinten punika, badhe kadhaupaken kalian anakmas NURNI UTAMI, putra putrinipun Bapa Paiman sekalian, hawit saking punika titiwanci punika calon penganten kakung kula pasrahaken ing ngarsa panjenengan borong menggah kalaksane sedya. Kula namung nderek memuji, mugi lampahing titilaaksana salajengipun saged tumapak kanthi rancak kalis saking sambekalaning gati.
Ing Tembenipun, kula taksih nyuwun gungan, rehning anak kula bagus Hernawan menika taksih kirang seserepan khusussipun babagan gesang bebrayan, mila mugi Bapa Paiman kersaa paring sesuluh saha wewarah amrih gesang bebrayanipun kaliyan anakmas Nurni Utami saged manggih kamulyan.
Ingkang Kaping tiga, Minangka jangkeping tata krami, sarta hanetepi adat, kula kinen ngaturaken sawetawis pisungsung arupi ubo rampe, minangka tandha tetangsuling katresnan saking calon penganten kakung. Sanadyan mboten sepintena, kanthi pangajabing manah mugi sageda anambah raketing raos kekadangan.

Saklajengipun, Bapak Rohasih, ugi ngaturaken bubuh / redana ingkang awujud arta. Mugi-mugi kenginga kadamel ngenteng-enthengi anggenipun Bapak Paiman sekaliyan anetepi darmaning asepuh, inggih amengku gati amiwaha putra.

Wasana cekap semanten atur kula, menawi wonten kirang trapsila anggen kula matur lan ugi kirang subosito anggen kula sak rombongan sowan, kula mawantu-wantu nyuwun agenging samodra pamaksami.
Wassalamu 'alaikum wr.wb.

Kandang Kelompok

Teringat beberapa tahun lalu, hampir setiap rumah di dusun Dahromo bersebelahan dengan kandang sapi.
Karena memang sebagian besar penduduk bermata pencaharian bertani dan memelihara ternak khususnya sapi.
Tidak banyak mereka memelihara, hanya antara 1 sampai sekitar 5 ekor. Dan dibuat kandang bersebelahan dengan rumah untuk kemudahan perawatan dll. 
Tetapi, karena kondisi itu, juga kita lihat diberbagai sudut kampung tepatnya ya di setiap kandang sapi tersebut terdapat tumpukan kotoran sapi, bahkan juga di jalan2 karena sering kali sapi yg sedang di arak menuju sungai untuk dimandikan juga sempat mengeluarkan kotoran di jalan.
Bila hujan turun, ada pemandangan khas yg bagi kami masyarakat di dusun ini wajar tapi bagi orang yg tidak biasa akan merasa jijik. Yaitu genangan air berwarna kekuningan. Itu adalah air hujan yg mengenai kotoran sapi dan melarutkannya. Tentunya dari sisi kesehatan, ini adalah kondisi lingkungan tercemar dan rawan penyakit.
Tahun berjalan, informasi2 tentang lingkungan sehat dan menjaga kesehatan pun sampai. Ada kesadaran tentang kondisi lingkungan yg perlu disikapi.
Akhirnya, muncul ide untuk membuat lokalisasi khusus pemeliharaan ternak, sapi dan kambing. Di tanah persawahan yg cukup luas, di timur dusun, disitulah disepakati warga untuk membuat kandang-kandang pemeliharaan sapi dan kambing. Maka terwujudlah kandang kelompok. Lokasi baru warga mengoptimalkan aktivitas ternak sekaligus zona saling interaksi warga.
Kini, rumah2 yang dulu bersebelahan dengan kandang sapi pun mulai tampak lebih indah. Tidak ada tumpukan kotoran sapi dan aroma tidak sedap di lingkungan sekitar rumah.
*Abi Husna. 17-3-2018

Senin, 17 April 2017

HASIL TES WAWANCARA CALON GURU/KARYAWAN SDUA BANTUL TAHUN 2017

Panitia seleksi calon guru/karyawan SD Unggulan Aisyiyah Bantul menetapkan nama-nama di bawah ini lolos tes wawancara dan berhak mengikuti tahapan seleksi selanjutnya, yaitu tes praktik mengajar atau praktik sesuai bidang tugas untuk karyawan.          
           
A.     Calon Guru Kelas 
1. Budi Gunawan
2. Ratna Setyowati
3. Anisa Ika Purnamasari
4. Ambar Suharni
5. Eko Nur Fitrianto
6. Rina Dewi Nurwijayanti
7. Rifka Anisa
8. Imam Nur Syahid

B.     Calon Guru TI: 
1. Farrizka Annafi
2. Aditama Cahyani Dewi

C.     Calon Guru Musik/SBK: 
1. Nurina Dian Parahita
2. Nandya Roid Umarul Naves

D.     Calon Penjaga Sekolah 
1. Dwi Yulianto

E.     Calon Tenaga Kebersihan 
1. Rohadi
2. Sadar

Bantul, 17  April 2017
Panitia Seleksi
ttd
Triyanto,S.Pd.
NBM. 12028105972505

NB:
Kepada bpk/ibu yang dinyatakan lolos tes wawancara tersebut, dimohon hadir pada technical meeting yang insya Allah dilaksanakan pada Selasa, 18 April 2017 pukul 13.00 WIB di Masjid lantai 2 SDUA Bantul untuk persiapan tes praktik mengajar atau praktik sesuai bidang tugas karyawan.

Penyaluran Bantuan Sembako dan Pakaian Pantas

Jum'at 14 April 2017, tim baksos kemah bhakti SDU Aisyiyah Bantul menyalurkan bantuan berupa sembako dan pakaian pantas ke Pondok Pesantren Yatim piatu & dhuafa Darul Fatikhah,  Pundong.
Sembako yg diberikan adalah donasi dari para siswa kelas 4-5 peserta kemah bhakti SDUA Bantul. Sedangkan pakaian pantas,  awalnya adalah donasi spontan yg saya galang secara pribadi beberapa waktu lalu dan Alhamdulillah, dengan dukungan partisipasi Bpk/ibu dan sahabat2,  terkumpul pakaian pantas sekitar 4 karung.
Dari semua pakaian tersebut beberapa langsung kita berikan pada saudara yg membutuhkan dan sekitar 3 karung kita salurkan bersama kegiatan kemah SDU yaitu ke Ponpes Darul Fatikhah Pundong,  Bantul.
Semoga bermanfaat.

POLITIK VS

Saya ingat, awal2 masa kampanye capres Pak Jokowi, saya banyak menyimak berita dari metro tv, dari situ sering kali diberitakan indikasi kecurangan dari calon lain, yaitu Bpk Prabowo. Dari berita2 itu, tergambar betapa licik dan curangnya Pak Prabowo dan para pendukungnya. Masyarakat yg banyak menyimak berita dari media itu dan yg seirama, akan menjadi sangat khawatir bahkan benci dg Pak Prabowo. Akan jadi apa Indonesia bila dipimpinnya.
Tapi entah karena apa, sy kemudian beralih lebih menyimak tv one dan berita2 dari portal islam.
Wow, berita dan fakta yg tersaji seperti 180 derajat berbeda. Dalam media2 ini, betapa justru pendukung Pak Jokowi yg banyak curang. Pak Prabowo banyak sekali difitnah, dan beliau tetap menunjukkan sikap negarawan yg luar biasa. Tidak membalas dan selalu menyerukan pd pendukungnya untuk selalu berada dalam jalur yg benar.
Inilah sebenarnya diantara penyebab kenapa sejak pilpres hingga sekarang, rakyat tetap terbelah jadi 2. Karena, informasi yg dibangun adl informasi utk saling menjatuhkan. Dan tertanam sebagai fakta bagi para pendukung maupun simpatisan.
Meskipun demikian, hingga saat ini, dengan sadar, saya pribadi lebih percaya pada berita2 dari sumber personal tokoh2 islam dan portal2 islam. Islamedia, voice of al islam, website sang pencerah, jonru, dll. Dengan kata lain, dlm persepsi saya, berdasar informasi yg banyak saya baca tersebut, menyangkut fitnah2 dan kecurangan, saya lebih percaya Pak Prabowolah yg banyak difitnah. Dan Alhamdulillah, para pendukung atau simpatisannya lebih banyak orang2 yg orientasinya adalah ibadah, atau mendekatkan diri pada Allah. Bukan semata politik duniawi.
Demikian juga sekarang, untuk pilkada Jakarta. Antara Anies Baswedan vs Ahok.
Dan untuk yg ini, jelas tanpa ada keraguan. Sy dan semestinya umat islam yg lain, kita dukung Bpk Anies Baswedan bersama Sandiaga Uno. Apalagi ini "bukan Pilkada biasa".
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim."
(QS. Al-Maidah: 51)

Mengawas Ujian Dan Sholat Fardlu

Gb. Ilustrasi
Tiga hari bertugas menjadi pengawas latihan ujian siswa kelas 6 SD di salah satu SD negeri di Bantul. Ada kebiasaan yang sering saya lakukan ketika menit2 akhir menjelang waktu ujian habis sebelum keluar meninggalkan ruangan. Kebiasaan yg tidak ada hubungannya dengan tugas sebagai pengawas, yaitu menanyakan siapa diantara siswa yg sudah tertib sholat fardlu 5 waktu. Yg sdh selalu melaksanakan walopun mungkin kadang masih terlambat.
Hari pertama di ruang I, dari 20 siswa belum ada satu siswa pun yg tertib melaksanakan sholat 5 waktu.
Hari ke dua, di ruang II juga sy tanyakan hal yg sama. Di ruang ini, diantara 20 siswa, 1 siswa Alhamdulillah mengaku telah senantiasa sholat 5 waktu.
Hari ke tiga, di ruang IV juga belum ada siswa yg tertib.
Apa yg ingin saya sampaikan/simpulkan dari hal ini, bukan tentang di sekolah mana mereka dan fakta bahwa di sekolah itu belum optimal dalam pendidikan agama. Bukan, bukan. Karena saya yakin, di sekolah lainpun akan banyak didapati hal serupa. Karena sepertinya inilah kualitas sistem pendidikan di negara kita.
Lebih jauh dari itu. Kiranya Inilah potret umat islam saat ini. Mereka mengaku Islam tapi tdk tertib sholat. Padahal sholat adalah kewajiban pokok seorang muslim. Jangan katakan karena mereka masih SD, bukankah usia mereka sudah 11-12 tahun, tidak sedikit dari mereka sdh menunjukkan tanda-tanda baligh. Kakak2 mereka di SMP dan SMA juga banyak yg belum tertib sholat. Bahkan, bisa jadi orang tua mereka pun tidak sholat.
Maka, pantaslah bila saat ini umat islam menjadi bulan2an kaum kafir. Kita besar, tapi begitu mudah diombang-ambingkan. Dipecah belah. Karena kita begitu rapuh dari dalam.
Astaghfirullah..
Tetapi, hal yang patut saya syukuri, Alhamdulillah anak" kami yang duduk di kelas 6 Sdu Aisyiyah Bantul, mereka hampir semuanya telah tertib sholat fardlu 5 waktu. Bahkan diantara mereka ada yg sering melaksanakan sholat tahajud dan puasa sunnah Senin-Kamis.
Alhamdulillah. Semoga istiqomah.

Rabu, 05 April 2017

Kasus Penculikan Anak?

Akhir-akhir ini masyarakat dihebohkan dan diresahkan dengan adanya berita tentang penculikan anak.
Orang tua yang memiliki putra/putri menjadi sangat was-was. Tidak terkecuali orang tua siswa Sdu Aisyiyah Bantul. Harapan untuk meningkatkan sistem pengamanan pun banyak disampaikan. Dan hari ini, Kepala Sekolah SDUA Bantul pun mengeluarkan intruksi kepada seluruh jajaran guru untuk lebih optimal dalam pendampingan dan pengawasan anak, khususnya pada waktu menunggu penjemputan pulang.
Ya, kita memang harus waspada dan ikhtiar untuk mengupayakan agar tidak terjadi hal yg tidak kita inginkan. Dan semoga benar-benar tidak terjadi pada anak-anak kita.
Meskipun demikian, kiranya perlu juga kita sampaikan sedikit analisa bahwa kasus-kasus penculikan anak ada kemungkinan hanyalah isu yang didesain. Isu agar masyarakat tidak ikut-ikutan membicarakan dan secara tidak langsung menjadi pengamat kebijakan politik. Kebijakan politik culas yang memang membuat masyarakat geram. Biarlah masyarakat fokus urusan keamanannya sendiri. Kira-kira begitu.
Sulit memang untuk memastikan, seperti halnya kasus bom dan lain-lain. Memang ada pelaku, memang ada korban, tapi sungguh semuanya penuh kejanggalan.
Masyarakat kebanyakan tidak tahu tentang analisis semacam ini. Apalagi bila menyangkut politik. Sangat rumit dan ruwet. Bahkan spontan tidak akan menemukan logikanya bila kasus-kasus yang booming adalah hanya skenario.
Tetapi, saya pribadi cenderung berpraduga, bahwa kasus-kasus tersebut hanyalah isu yang dibesarkan untuk pengalihan isu yang lain, atau untuk motif licik lain yang kita memang tidak paham. Masalah kemudian benar-benar terjadi insiden, kemungkinan karena masyarakat terlanjur was-was, curiga berlebihan, dan bertindak berdasarkan kecurigaannya.
Sungguh ini hanyalah analisa dangkal. Bahkan semacam halusinasi, tapi kita bersama tentu juga tahu bahwa di negara kita banyak orang sakit, sakit moral dan sakit wahn, cinta dunia dan takut mati. Karenanya apapun akan mereka lakukan demi mendapatkan keuntungan duniawi. Termasuk berbuat keji, bahkan menjual aqidah.
Wallahu A'lam Bishawab.
Bantul, 4-4-2017
Triyanto (Abi Husna)

Jumat, 23 Desember 2016

Edisi Promosi Sekolah


"Akan menjadi apa kelak anak kita, adalah kewajiban sekaligus pertaruhan orang tua, dunia dan akhirat.
SD Unggulan Aisyiyah Bantul berkomitmen untuk bersama orang tua mewujudkan generasi sholih/sholihah. Insya Allah."


"Anak akan tumbuh optimal dengan pengalaman belajar yang kompleks.
SD Unggulan Aisyiyah Bantul memberikan pengalaman belajar yang variatif pada siswa melalui berbagai kegiatan dan strategi pembelajarn."


"Pendidikan adalah upaya untuk mewujudkan generasi yang lebih baik, generasi yang kuat. kuat ilmu, kuat amal, berkarakter, dan bertaqwa kepada Allah SWT.
insya Allah SD Unggulan Aisyiyah Bantul berjuang sekuat tenaga untuk mewujudkan hal tersebut."


Triyanto, S.Pd.
Guru SDU Aisyiyah Bantul

Musibah Itu Menggoreskan Kebahagiaan Tak Terkira

Masih 4 tahun umurmu ketika beberapa minggu kemarin Allah memberikan nikmat berupa musibah. Engkau bersama ayah dan ibu, terjatuh dari motor karena ban depan meletus dan kita tersungkur di tengah jalan beraspal.

Kejadian begitu tiba-tiba dan cepat, dan segera orang berkerumun untuk menolong kita. Tangismu pun pecah, darah segar mengalir dari mulut, juga tangan, kaki dan anggota tubuh lain yang luka. Sakit pasti kau rasakan. Ayah pun demikian, siku dan lutut ayah juga luka terbentur aspal. Sedang ibu, Alhamdulilah tidak mengalami luka, tetapi jempol tangan kanannya keseleo karena menahan tubuh yang terjatuh agar tidak terbentur parah.

Beberapa menit kemudian, atas kebaikan sahabat kita pun sampai di klinik pengobatan. Mbak-mbak perawatpun dengan cekatan membantu membersihkan dan mengobati luka. Perih kau rasakan, olesan cairan pembersih luka dan anti bakteri. Namun, teriakanmu sungguh membuat ayah perih tapi juga haru. Tak henti dari mulutmu berteriak menahan sakit: “Sakit,.. ya Allah!. Sakiit!. Ya Allah sembuhkan de’ Husna!. Ya Allah sembuhkan de’ Husna!..”.  juga kau minta ayah mendoakan kesembuhanmu, dengan nada sedikit teriak karena menahan sakit “ Ayah, doakan De’ Husna agar cepat sembuh!. Doakan De’ Husna!”. Dan ketika ayah membaca doa, dengan tertib kau pun mengikuti melafalkan doa.

Subhanallah, ayah bisa membayangkan betapa badan mungilmu merasakan sangat sakit akibat luka-luka itu. Tapi, dalam lubuk hati yang dalam, ada kesyukuran luar biasa. Alhamdulillah, Allah telah hadirkan kemampuan dan reflek yang sangat mulia, ketika orang dewasa pun belum tentu ingat menyebut nama-Nya dalam kondisi seperti itu, engkau yang belia telah mampu untuk terus menyebut nama-Nya. Allah SWT.

Semoga ini pertanda bibit keimanan telah tertanam dalam dirimu. Teruslah tumbuh dan jadilah wanita sholihah, anakku.

Alhamdulillah, saat ini, semua luka itu telah sembuh. Dan lagi engkau tunjukkan sikap yang membuat ayah senantiasa bersyukur. Sore ini, di awal liburan sekolah mu, engkau ingat lama tidak berlatih sepeda. Engkaupun minta ayah mengajarimu sepeda. Sebentar kemudian kita berlatih, dan engkau pun mulai bisa.

Raut wajah berbinar, dengan sepenuh hati engkau berkata pada ayah, “Alhamdulillah ayah, De’ Husna sudah bisa naik sepeda!”.

Allahu akbar. Makasih ya Allah. Terus bimbinglah ia, bimbinglah kami. Jadikan kami hamba-hambamu yang semakin bertaqwa. Aamiin.

Abi Husna
Turi, 19-12-2016

Rabu, 05 Oktober 2016

Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah (MKCH)


1.     Muhammadiyah adalah Gerakan Islam dan Dakwah Amar Ma'ruf Nahi Munkar, beraqidah Islam dan bersumber pada Al-Qur'an dan Sunnah, bercita-cita dan bekerja untuk terwujudnya masyarakat utama, adil, makmur yang diridhai Allah SWT, untuk malaksanakan fungsi dan misi manusia sebagai hamba dan khalifah Allah di muka bumi.

2.     Muhammdiyah berkeyakinan bahwa Islam adalah Agama Allah yang diwahyukan kepada Rasul-Nya, sejak Nabi Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan seterusnya sampai kepada Nabi penutup Muhammad SAW, sebagai hidayah dan rahmat Allah kepada umat manusia sepanjang masa, dan menjamin kesejahteraan hidup materil dan spritual, duniawi dan ukhrawi.

3.     Muhammadiyah dalam mengamalkan Islam berdasarkan:
          a.   Al-Qur'an: Kitab Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW;
          b.   Sunnah Rasul: Penjelasan dan palaksanaan ajaran-ajaran Al-Qur'an yang diberikan  oleh Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan akal fikiran sesuai dengan jiwa ajaran Islam.

4.     Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya ajaran-ajaran Islam yang meliputi bidang-bidang:
a.  'Aqidah
Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya aqidah Islam yang murni, bersih dari gejala-gejala kemusyrikan, bid'ah dan khufarat, tanpa mengabaikan prinsip toleransi menurut ajaran Islam.
b.  Akhlak
Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya nilai-nilai akhlak mulia dengan berpedoman kepada ajaran-ajaran Al-Qur'an dan Sunnah rasul, tidak bersendi kepada nilai-nilai ciptaan manusia
c.   Ibadah
Muhammadiyah bekerja untuk tegaknya ibadah yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW, tanpa tambahan dan perubahan dari manusia.
d.  Muamalah Duniawiyah
Muhammadiyah bekerja untuk terlaksananya mu'amalat duniawiyah (pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat) dengan berdasarkan ajaran Agama serta menjadi semua kegiatan dalam bidang ini sebagai ibadah kepada Allah SWT.

5.     Muhammadiyah mengajak segenap lapisan bangsa Indonesia yang telah mendapat karunia Allah berupa tanah air yang mempunyai sumber-sumber kekayaan, kemerdekaan bangsa dan Negara Republik Indonesia yang berdasar pada Pancasila dan Undang- Undang Dasar 1945, untuk berusaha bersama-sama menjadikan suatu negara yang adil dan makmur dan diridhoi Allah SWT:
"BALDATUN THAYYIBATUN WA ROBBUN GHOFUR"

(Keputusan Tanwir Tahun 1969 di Ponorogo)

Catatan:
Rumusan Matan tersebut telah mendapat perubahan dan perbaikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah:
1. Atas kuasa Tanwir tahun 1970 di Yogyakarta;

2. Disesuaikan dengan Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke 41 di Surakarta

Minggu, 02 Oktober 2016

PEDOMAN HIDUP ISLAMI WARGA MUHAMMADIYAH

1. Dalam Aqidah
1.1.Setiap warga Muhammadiyah harus memiliki prinsip hidup dan kesadaran imani berupa tauhid kepada Allah Subhanahu Wata'ala yang benar, ikhlas, dan penuh ketundukkan sehingga terpancar sebagai lbad ar-rahman yang menjalani kehidupan dengan benar-benar menjadi mukmin, muslim, muttaqin, dan muhsin yang paripurna.
1.2.Setiap warga Muhammadiyah wajib menjadikan iman dan tauhid sebagai sumber seluruh kegiatan hidup, tidak boleh mengingkari keimanan berdasarkan tauhid itu, dan tetap menjauhi serta menolak syirk, takhayul, bid'ah, dan khurafat yang menodai iman dan tauhid kepada Allah Subhanahu Wata'ala.
2. Dalam Akhlaq
2.1.Setiap warga Muhammadiyah dituntut untuk meneladani perilaku Nabi dalam mempraktikkan akhlaq mulia, sehingga menjadi uswah hasanah yang diteladani oleh sesama berupa sifat sidiq, amanah, tabligh, dan fathanah.
2.2.Setiap warga Muhammadiyah dalam melakukan amal dan kegiatan hidup harus senantiasa didasarkan kepada niat yang ikhlas dalam wujud amalamal shalih dan ihsan, serta menjauhkan diri dari perilaku riya’, sombong, ishraf, fasad, fahsya, dan kemunkaran.
2.3.Setiap warga Muhammadiyah dituntut untuk menunjukkan akhlaq yang mulia (akhlaq al-karimah) sehingga disukai/diteladani dan menjauhkan diri dari akhlaq yang tercela (akhlaq al-madzmumah) yang membuat dibenci dan dijauhi sesama.
2.4.Setiap warga Muhammadiyah di mana pun bekerja dan menunaikan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari harus benar-benar menjauhkan diri dari perbuatan korupsi dan kolusi serta praktik-praktik buruk lainnya yang merugikan hak-hak publik dan membawa kehancuran dalam kehidupan di dunia ini.
3. Dalam Ibadah
3.1.Setiap warga Muhammadiyah dituntut untuk senantiasa membersihkan jiwa/hati ke arah terbentuknya pribadi yang mutaqqin dengan beribadah yang tekun dan menjauhkan diri dari jiwa/nafsu yang buruk, sehingga terpancar kepribadian yang shalih yang menghadirkan kedamaian dan kemanfaatan bagi diri dan sesamanya.
3.2.Setiap warga Muhammadiyah melaksanakan ibadah mahdhah dengan sebaik-baiknya dan menghidup suburkan amal nawafil (ibadah sunnah) sesuai dengan tuntunan Rasulullah serta menghiasi diri dengan iman yang kokoh, ilmu yang luas, dan amal shalih yang tulus sehingga tercermin dalam kepribadian dan tingkah laku yang terpuji.

4. Dalam Mu’amalah Duniawiyah
4.1.Setiap warga Muhammadiyah harus selalu menyadari dirinya sebagai abdi dan khalifah di muka bumi, sehingga memandang dan menyikapi kehidupan dunia secara aktif dan positif serta tidak menjauhkan diri dari pergumulan kehidupan dengan landasan iman, Islam, dan ihsan dalam arti berakhlaq karimah.
4.2.Setiap warga Muhammadiyah senantiasa berpikir secara burhani, bayani, dan irfani yang mencerminkan cara berpikir yang Islami yang dapat membuahkan karya-karya pemikiran maupun amaliah yang mencerminkan keterpaduan antara orientasi habluminallah dan habluminannas serta
maslahat bagi kehidupan umat manusia.
4.3.Setiap warga Muhammadiyah harus mempunyai etos kerja Islami, seperti: kerja keras, disiplin, tidak menyia-nyiakan waktu, berusaha secara maksimal/optimal untuk mencapai suatu tujuan.

Selasa, 21 Juni 2016

AYAH- BUNDA, DENGAN SEGALA CAPAIANNYA SAAT INI, ANAK KITA ADALAH PEJUANG



Ayah-Bunda, hari ini akan kita bagikan hasil belajar putra-putri tercinta.
Kami memahami, pasti ayah-bunda berharap hasil yang terbaik yang diperoleh anak-anak kita.
Namun, perlu dipahami juga, kondisi anak-anak yang berbeda ternyata juga berdampak pada beda tingkat keberhasilan yang diraih anak-anak kita. Paling tidak keberhasilan sementara dalam 2 tahun belajar di sekolah dasar ini.
Tetapi,.. apakah mereka gagal?!
Saya katakan tidak.

Dengan segala hasil yang dicapai, mereka adalah pejuang.
Anak-anak kita telah rela setiap hari jauh dari ayah-bunda, dari pagi hingga sore. Mereka rela waktu untuk bermain mereka menjadi sangat terbatas ketika di sekolah. Tidak bisa setiap saat bermain sesuai keinginan mereka. Ada jam belajar yang harus mereka ikuti. Padahal, dalam kepolosan mereka, mereka belum paham apa itu belajar dan belum merasa perlu untuk belajar. Tetapi atas amanah ayah-ibu, semua mereka kerjakan.

Ayah-bunda, demi amanah untuk belajar di sekolah, anak-anak harus memakai seragam yang bisa jadi bila ditanya mereka tidak nyaman dengan seragam itu. Kadang ada rasa kantuk, haus, lapar, dan tidak bisa segera terpenuhi karena jadwal kegiatan. Bayangkan bila mereka hanya di rumah. Ketika haus segera minum, lapar segera makan, dan mengantuk segera tidur. Dan itu tidak bisa dilakukan bebas di sekolah.
Bahkan, kadang anak-anak harus menahan untuk buang air kecil atau buang air besar, karena malu, atau tidak nyaman dengan kamar mandi di sekolah.

Ayah-bunda, semua kondisi tadi telah ditempuh putra-putri kita. Setidaknya 2 tahun berjalan di SD Unggulan Aisyiyah Bantul. untuk itu, Pantas kita berikan penghargaan terbaik buat anak-anak kita. Dan maafkan atas kebelum berhasilan mereka menjadi seperti yang kita harapkan.

insyaAllah waktu masih panjang. Mereka pada waktunya akan menjadi orang-orang yang senantiasa mampu membuat ayah-bunda tersenyum. Bahagia dunia akhirat. Aamiin.

Bantul, 20 Juni 2016.
Triyanto, S.Pd.

(Pengantar penyerahan rapor kelas 2A SDU Aisyiyah Bantul)


Jumat, 10 Juni 2016

Kunjungan Silaturahmi dan Taraweh PRM Dahromo ke Musholla Al-Huda

Kegiatan silaturahmi dan taraweh keliling PRM Dahromo ke Musholla Nurul Huda Dahromo I, Rabu 8-6-2016 berjalan lancar. Jajaran pengurus PRM Dahromo yg hadir:
1. Guwanto ( Koh Guwan )
2. Triyanto ( Abi Husna )
3. Sakir Marwanto
4. Slamet Purwanto Afn 
5. Sugiyanto
6. Gunarto
7. Dalhari
8. Supoyo
9. Giyarto
10. Roasih
11. Amir
12. Sudarmono
13. Jaswadi
Acara dimulai dengan melaksanakan sholat isya dan taraweh dengan imam Bapak Triyanto. Dilanjut ramah tamah dipandu MC Bapak Karyadi.
Sambutan dari takmir oleh Bapak Roasih, menyampaikan laporan tentang kegiatan harian musholla Al-Huda. Kemudian Tausyiyah oleh Bapak Guwanto, dan ditambah informasi tentang program PRM Dahromo








Sarasehan Pendidikan Teguhkan Optimisme Kemajuan Sekolah Muhammadiyah Cabang Jetis

  Jetis, 4 Agustus 2026 – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Jetis bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bantul menyelengga...