Rabu, 04 Juni 2025

Bangga Ber-Muhammadiyah

Oleh: Triyanto, S. Pd.

Menjadi seorang Muslim sejati adalah cita-cita setiap insan beriman. Namun, memahami dan mengamalkan ajaran Islam yang benar bukan perkara mudah. Tidak semua dari kita memiliki kapasitas ilmu, waktu, atau kesempatan untuk menggali agama secara langsung dari sumber-sumber asli seperti Al-Qur'an dan Hadis dengan perangkat ilmu yang memadai. Maka dari itu, dibutuhkan panduan yang sahih dan terpercaya—sebuah jalan yang memudahkan kita meniti kehidupan beragama yang lurus, sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.

Di sinilah pentingnya keberadaan Muhammadiyah. Sebagai gerakan Islam yang berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah Shahihah, Muhammadiyah hadir dengan landasan tarjih—hasil ijtihad kolektif para ulama yang memiliki keilmuan mendalam. Melalui Majelis Tarjih dan Tajdid, umat awam seperti kita dibimbing untuk berislam secara utuh, rasional, dan bersih dari takhayul, bid’ah, dan khurafat. Ber-Muhammadiyah bukan berarti ikut-ikutan kelompok, tetapi merupakan bentuk ikhtiar sadar untuk beragama secara ilmiah, bertanggung jawab, dan lurus.

Lebih dari itu, menjadi bagian dari Muhammadiyah adalah langkah nyata menuju amal saleh yang terorganisir. Kita tidak sedang “kurang kerjaan”, bukan pula sekadar mencari posisi atau panggung. Bergiat dalam Persyarikatan, entah sebagai guru, karyawan AUM, relawan, atau bahkan pimpinan tingkat ranting, cabang, sampai pusat, adalah bentuk ibadah. Ini adalah medan amal yang luas, tempat kita bisa berkontribusi dalam dakwah, pendidikan, kesehatan, sosial, dan banyak lini kebaikan lainnya.

Di Muhammadiyah, amal kita bukan hanya ikhtiar duniawi, tapi investasi akhirat. Kita menanam pohon amal yang kelak akan berbuah pahala, meski tidak mesti kita lihat hasilnya di dunia. Maka tak heran jika banyak kader dan pimpinan Muhammadiyah tetap istiqamah meski tak pernah digaji, tak pernah disanjung, bahkan sering kali dilupakan. Sebab mereka sadar, ini bukan soal dilihat manusia, ini tentang mengharap keridhaan Allah SWT.

Jadi, ber-Muhammadiyah adalah kebanggaan. Karena melalui Persyarikatan inilah kita meniti jalan Islam yang benar, dan menjadikan hidup ini lebih bermakna dengan amal yang berdaya guna. Kita tidak sempurna, tapi kita punya kompas. Kita bukan ulama, tapi kita punya bimbingan ulama. Kita bukan siapa-siapa, tapi kita ingin menjadi hamba yang berarti.

Selamat Milad Muhammadiyah ke 116 (8 Dzulhijjah 1446 H). Semoga tetap jaya, terus mencerahkan, dan menjadi pelita Islam berkemajuan untuk umat dan bangsa.


#BanggaberMuhammadiyah #IslamBerilmu #AmalBermakna #MiladMuhammadiyah1446H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Di Antara Detik yang Pergi

Berjalanlah waktu tanpa pernah menoleh. Ia tidak bertanya apakah kita siap atau tidak, tidak pula menunggu hingga kita merasa cukup. Detik d...