Sabtu, 26 September 2026

Suara Bersih, Desa Bermartabat

(Sambut Pilihan Lurah dengan Gembira) 

Pemilihan lurah adalah momentum penting bagi desa. Di sana masyarakat menentukan siapa yang akan memimpin, mengelola anggaran, merancang pembangunan, dan menjaga pelayanan publik selama bertahun-tahun ke depan. Masa depan desa ikut ditentukan dari bilik suara.  

Namun realitas di lapangan sering menunjukkan hal lain. Politik uang masih tumbuh, bukan hanya karena calon, tetapi juga karena masyarakat yang membuka ruang. Ada kalanya warga meminta sesuatu atas nama RT, dusun, atau kelompok kampung—bisa berupa uang, bantuan, atau inventaris. Alasannya sederhana: “Lumayan untuk kampung.”  

Padahal, setiap calon memang membutuhkan biaya untuk sosialisasi. Membuat baliho, brosur visi-misi, atau mengadakan pertemuan warga adalah hal yang wajar. Ongkos teknis seperti itu adalah bagian dari proses politik yang sehat. Tetapi yang berbahaya adalah ketika biaya bergeser menjadi transaksi suara: dukungan ditukar dengan pemberian.  

Jika seorang calon harus mengeluarkan biaya besar demi dukungan, sangat mungkin setelah terpilih ia berusaha mengembalikan ongkos itu dari anggaran desa. Di titik inilah kekuasaan rawan disalahgunakan. Amanah bisa berubah menjadi peluang menutup biaya politik.  

Kerugian akhirnya ditanggung bersama. Uang yang diterima hari ini cepat habis, bantuan segera terlupakan. Tetapi pemimpin yang kurang amanah bisa meninggalkan dampak buruk bertahun-tahun.  

Karena itu, mari kita ubah cara pandang.  

Jangan bertanya: “Siapa yang memberi lebih banyak?”  

Tanyakanlah: “Siapa yang paling amanah dan mampu?”  

Nilailah integritas, rekam jejak, gagasan, dan sikap calon terhadap sesama. Itulah ukuran sejati seorang pemimpin.  

Kalau suara kita bisa menentukan siapa yang memimpin desa selama bertahun-tahun, pantaskah suara itu ditukar dengan selembar uang?  

Mari kita buktikan bahwa masyarakat desa mampu berkata dengan tegas:  

“Saya memilih bukan karena diberi, tetapi karena percaya.”  

Dari suara-suara bersih itulah insyaAllah lahir pemimpin bermartabat dan desa yang lebih baik.  

Suara bersih, desa bermartabat.

---

Kang Tri*

Warga Kabupaten Bantul

Suara Bersih, Desa Bermartabat

(Sambut Pilihan Lurah dengan Gembira)  Pemilihan lurah adalah momentum penting bagi desa. Di sana masyarakat menentukan siapa yang akan memi...