Sabtu, 03 Januari 2026

Awal Tahun; Momentum Menata Diri Menjadi Lebih Baik

Awal tahun selalu menghadirkan ruang sunyi untuk merenung. Bukan karena kalender berganti, tetapi karena kita disadarkan bahwa waktu terus berjalan, sementara kesempatan hidup tidak pernah benar-benar bertambah. Ia justru berkurang, hari demi hari, tanpa bisa ditawar.

Di titik inilah awal tahun menjadi penting. Ia bukan sekadar penanda usia, melainkan undangan untuk menata ulang langkah. Menghitung kembali arah hidup: apa yang sedang kita kejar, dan apa yang sebenarnya sedang kita siapkan untuk masa depan yang lebih panjang dari sekadar dunia.

Al-Qur’an mengingatkan dengan kalimat yang jernih dan menenangkan, sekaligus menggugah:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

(QS. Al-Hasyr: 18)

Ayat ini terasa seperti cermin. Ia tidak menghakimi, tetapi mengajak setiap diri untuk jujur melihat bekal yang telah disiapkan. Bukan hanya tentang apa yang sudah kita capai, tetapi apa yang sudah kita persembahkan. Karena pada akhirnya, hidup tidak diukur dari seberapa sibuk kita berjalan, melainkan ke mana arah langkah itu menuju.

Refleksi awal tahun seharusnya tidak berhenti pada penyesalan. Ia harus berlanjut menjadi kesadaran. Dan kesadaran yang sejati akan mendorong perubahan. Mungkin tidak besar, tetapi nyata. Mungkin tidak ramai, tetapi konsisten.

Beramal lebih baik tidak selalu berarti melakukan hal-hal luar biasa. Ia bisa sesederhana bekerja lebih jujur, melayani dengan lebih tulus, berbagi dengan lebih ringan, dan menjaga lisan serta sikap di tengah perbedaan. Amal yang kecil, jika dilakukan dengan niat yang lurus dan istiqamah, sering kali justru memberi dampak yang paling panjang.

Awal tahun juga mengingatkan bahwa kebaikan tidak boleh ditunda. Tidak menunggu waktu lapang, tidak menunggu keadaan ideal, dan tidak menunggu orang lain memulai. Setiap hari adalah kesempatan untuk menambah amal, sekecil apa pun bentuknya.

Semoga awal tahun ini menjadi titik berangkat untuk hidup yang lebih tertata: niat yang lebih bersih, langkah yang lebih terarah, dan amal yang lebih bermanfaat. Karena sebaik-baik bekal bukanlah yang paling banyak terlihat oleh manusia, tetapi yang paling bernilai di hadapan Allah.

Semoga kita termasuk orang-orang yang tidak sekadar melewati waktu, tetapi benar-benar mengisinya dengan kebaikan.

_______________

Triyanto, S. Pd. 

Guru SD Unggulan Aisyiyah Bantul. Ketua Majelis Tabligh PCM Jetis. 

Awal Tahun; Momentum Menata Diri Menjadi Lebih Baik

Awal tahun selalu menghadirkan ruang sunyi untuk merenung. Bukan karena kalender berganti, tetapi karena kita disadarkan bahwa waktu terus b...